Rabu, 31 Oktober 2012

Sumpah Pemuda 2012, Akankah Menciptakan Generasi Tempe?

Sumpah Pemuda adalah bukti otentik bahwa tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia dilahirkan. Oleh karena itu sudah seharusnya segenap rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia. Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.
Pemerintah Kota *** memerintahkan agar seluruh instansi sekolah di Kota *** melaksanakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di sekolah masing-masing. Hal ini menjadi kendala karena Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini tepat pada hari Minggu, di mana para pelajar dan pegawai negeri seharusnya libur. Seperti yang dialami SMA Negeri 1 ***. Giliran para pengajar sangat antusias mengikuti upacara yang diperuntukkan kepada anak didik mereka, namun kurang lebih separuh dari jumlah siswa keseluruhan tidak mengikuti upacara tanpa izin. Padahal filosofi dilaksanakannya Upacara Peringatan Sumpah Pemuda adalah untuk pemuda-pemudi bangsa, penerus generasi bangsa yang nantinya akan menggenggam masa depan Indonesia.
Peringatan Sumpah Pemuda kali ini tidak hanya diisi dengan ketidaksadaran para pelajar Indonesia akan hari besar bangsanya. Sekelompok pemuda Jepang yang tergabung dalam persatuan Indonesia-Jepang melaksanakan Kongres Sumpah Pemuda di Universitas Sangga Buana Bandung, empat hari sebelum upacara dilaksanakan. Para pemuda di Malaysia, Maroko, dan Belanda ikut serta melaksanakan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda.
           Tidakkah kita malu dengan mereka yang bukan bagian dari Indonesia? Bandingkan semangat jiwa muda mereka dalam mengikuti hari besar bangsa lain dengan semangat tempe pemuda Indonesia dalam mengikuti hari besar bangsa sendiri. Mari, pemuda Indonesia! Introspeksi dengan kesalahan yang kita perbuat. Bagaimana Indonesia bisa kembali menguasai dunia jika kita hanya mengkritik pemerintah tanpa adanya semangat juang yang tumbuh dari diri sendiri? Bagaimana nasib Indonesia nanti jika dipegang para pemuda berjiwa ‘tempe’? Akankah Indonesia bisa lebih baik?

Perbuatan saya satu ini jangan dicontoh, sama sekali nggak ada baiknya. Tugas ini diberikan karena tidak mengikuti Upacara Peringatan Sumpah Pemuda. Serius, saya jangan dicontoh :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar